21 Jun 2011

HAPUSLAH AIR MATA MU DIPIPI, HILANGKAN LARA DIHATI

Kegelisahan, kedukaan dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup didunia
Titisan air mata yang bermuara dihati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang begitu memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan.
Kedukaan kerana kerinduan yang teramat sangat dalam, menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada.
Jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta isinya, bertanya dimanakah pasangan jiwa berada????
Lalu, hati menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya ditengah keramaian.
Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu juga sebuah fitrah ????
Semuanya hadir tanpa disadari sebelumnya, hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan.
Sebuah fitrah pula bahawa setiap wanita ingin menjadi seorang isteri dan ibu yang baik ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian.
Dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya,akan terbentuk  jiwa jiwa yang sholeh dan sholehah.
Duhai Puteriku……………………
Betapa mulianya kedudukan seorang wanita, apalagi bila ia seorang wanita beriman yang mampu membina dan menjaga keindahan cahaya Islam hingga memenuhi setiap sudut rumah tangganya.

Allah Subhanahu Wata’ala pun telah mencipta wanita dengan segala keistimewaannya, hamil, melahirkan, menyusui hingga keta’atan dan memenuhi hak-hak suami laksana arena Jihad Fi Sabillah.

Kerananya, yakinkah kita bahawa batin itu tiada goresan, saat melihat pernikahan wanita lain dibawah umurnya ????

Pernahkah kita menyaksikan kepedihan wanita yang berazam menjaga kehormatan diri hingga ia menemukan kekasih hati????

Dapatkah kita menggambarkan perasaannya yang merintih saat melihat kebahagiaan wanita lain melahirkan ????

Atau, tidakkah kita melihat kilasan tatapan sedih matanya ketika melihat aqiqah anak kita?????

Letih…………….

Sungguh amat letih jiwa dan raga.

Sendiri mengayuh biduk kecil dengan rasa hampa tanpa tahu adakah belahan jiwa menunggu disana ….

Duhai Puteriku …………..

Dalam Islam, kehidupan manusia bukan hanya untuk dunia fana ini sahaja, karena masih ada akhirat.

Memang, setiap manusia telah diciptakan berpasangan, namun tak hanya dibatasi oleh dunia fana ini sahaja.

Seseorang yang belum menemui pasangan jiwanya, insha Allah akan dipertemukan diakhirat sana, selama mana ia beriman dan bertaqwa serta sabar atas ujianNya.

Yang telah menetapkan dirinya sebagai lajang didunia fana…

Mungkin Sang Pengeran pun tak sabar untuk bersua dan telah menunggu ditepi shurga berkereta kencana untuk membawamu keistananya.

Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai merubah pandangan kepada Sang Pemilik Cinta.
Kalaulah rasa itu selalu menghantuimu, usah kau lara sendiri….

Duhai Anakku……..

Taqarrublah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Kembalikanlah segala urusan hanya kepadaNya, bukankah hanya Ia yang Maha Memberi dan Maha Pengasih.

Ikhtiar, munajat serta untaian doa yang tiada habi habisnya curahkanlah kepada Sang Pemilik Hati.

Tidak usah membandingkan diri ini dengan wanita lain, kerana Allah Subhanahu Wata’ala pastinya memberikan yang terbaik untuk setiap hambaNya, meski ia tidak menyadarinya.

Usahlah dirimu bersedih lalu menangis dipenghujung malam kerana tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pasangan jiwa.

Menangislah kerana air mata permohonan kepadaNya disetiap sujud dan dikeheningan pekat malam.

Jadikanlah hidup ini selalu penuh dengan harapan baik kepada Sang Pemilik Jiwa.

Bersiaplah menghadapi putaran waktu, hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas benilai ibadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Tausyiahlah selalu hati dengan tarbiyah Ilahi hingga diri ini tidak sepi didalam kesendirian.

Bukankah kalau saat sudah tiba, jodoh tidak akan lari kemana.

Kerana sejak ruh telah menyatu dengan jasad, siapa belahan jiwa mu telah pun dituliskanNya.

Sabarlah Wahai Puteri-PuteriKu……

Bukankah mentari akan selalu menghiasi pagi dengan kemewahan sinar keemasannya.

Malam masih indah dengan sinar lembut rembulan yang dipagar bintang gemilang.