07 November 2010

Puisi Khas Untuk Puteriku Yang Masih Belum Menemui CinTa

 
 HAPUSLAH AIR MATA MU
    HILANGKAN LARA DIHATI 

Duhai Puteriku
Kegelisahan, kedukaan dan air mata adalah bagian 
dari sketsa hidup didunia.Titisan air mata yang bermuara dihati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang begitu memilukan,hingga membuat keresahan dan kebimbangan.
Kedukaan kerana kerinduan yang teramat sangat dalam,menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada.Jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta isinya,bertanya dimanakah pasangan jiwa berada?Lalu,hati menciptakan serpihan kegelisahan,bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya ditengah keramaian.Keinginan bertemu pasangan jiwa, 
bukankah itu juga sebuah fitrah?Semuanya hadir tanpa disadari sebelumnya,hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan.
Duhai Puteriku
Sebuah fitrah pula bahawa setiap wanita ingin menjadi seorang isteri dan ibu yang baik ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian.Dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya,akan terbentuk  jiwa jiwa yang sholeh dan sholehah.Betapa mulianya kedudukan seorang wanita, apalagi bila ia seorang wanita beriman yang mampu membina dan menjaga keindahan cahaya Islam hingga memenuhi setiap sudut rumah tangganya.
Duhai Puteriku
Allah Subhanahu Wata’ala pun telah mencipta wanita dengan segala keistimewaannya, hamil, melahirkan, menyusui hingga keta’atan dan memenuhi hak-hak suami laksana arena Jihad Fi Sabillah.Kerananya, yakinkah kita bahawa batin itu tiada goresan, saat melihat pernikahan wanita lain dibawah umurnya?Pernahkah kita menyaksikan kepedihan wanita yang berazam menjaga kehormatan diri hingga ia menemukan kekasih hati?
Dapatkah kita menggambarkan perasaannya yang merintih saat melihat kebahagiaan wanita lain melahirkan ?Atau,tidakkah kita melihat kilasan tatapan sedih matanya ketika melihat aqiqah anak kita?Letih!!!Sungguh amat letih jiwa dan raga.Sendiri mengayuh biduk kecil dgn rasa hampa tanpa tahu adakah belahan jiwa menunggu disana
Duhai Puteriku 
Dalam Islam,kehidupan manusia bukan hanya untuk dunia fana ini sahaja,kerana masih ada akhirat.Memang,setiap manusia telah diciptakan berpasangan,namun tak hanya dibatasi oleh dunia fana ini sahaja.Seseorang yang belum menemui pasangan jiwanya,insyaAllah akan dipertemukan diakhirat sana,selama mana ia beriman dan bertaqwa serta sabar atas ujianNya yang telah menetapkan dirinya sebagai lajang didunia fana.
Mungkin Sang Pengeran pun xsabar utk bersua dan telah menunggu ditepi syurga bkereta kencana utk membawamu keistananya.Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai merubah pandangan kepada Sang Pemilik Cinta. 
 Duhai Puteriku 
Kalaulah rasa itu selalu menghantuimu, usah kau lara sendiri….
Taqarrublah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.Kembalikanlah segala urusan hanya kepadaNya,bukankah hanya Ia yang Maha Memberi dan Maha Pengasih.Ikhtiar,munajat serta untaian doa yang tiada habi habisnya curahkanlah kepada Sang Pemilik Hati.Tidak usah membandingkan diri ini dengan wanita lain,kerana Allah Subhanahu Wata’ala pastinya memberikan yang terbaik untuk setiap hambaNya,meski ia tidak menyedarinya.
Usahlah dirimu bersedih lalu menangis dipenghujung malam kerana tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pasangan jiwa.Menangislah kerana air mata permohonan kepadaNya disetiap sujud dan dikeheningan pekat malam.Jadikanlah hidup ini selalu penuh dengan harapan baik kepada Sang Pemilik Jiwa. 
 Duhai Puteriku  
Bersiaplah menghadapi putaran waktu, hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas benilai ibadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.Tausyiahlah selalu hati dengan tarbiyah Ilahi hingga diri ini tidak sepi didalam kesendirian.Bukankah kalau saat sudah tiba, jodoh tidak akan lari kemana.Kerana sejak roh telah menyatu dengan jasad, siapa belahan jiwa mu telah pun dituliskanNya. 
Sabarlah Wahai Puteri-PuteriKu
Bukankah mentari akan selalu menghiasi pagi dengan kemewahan sinar keemasannya.Malam masih indah dengan sinar lembut rembulan yang dipagar bintang gemilang.Kicauan bening burung malam pun selalu riang bercanda digelapan.senyumlah,
laksana senyum mempesona butir embun pagi yang selalu setia menyapa.
Terimalah semuanya sebagai bagian dari perjalanan hidup ini.Dengan kebesaran hati dan jiwa, dirimu akan menemukan apa rahsia dibalik titian kehidupan yang dijalani. Hingga, kelak akan engkau rasakan tak ada lagi riak kegelisahan dan keresahan saat sendiri.
 
 
 



Tiada ulasan:

Catat Ulasan